Kamis, 30 Oktober 2014


Hening,.....

Hening.
Sunyi tanpa suara.
Tak ada lagi nyaring dering panggilan masuk.
Ponsel tergeletak hidup tanpa nyawa.
Sepanjang hari.
Hening.
Sepi tak ada renyah tawa.
Suara kasar nan serak bernyanyi menyadarkan pagi.
Menyentuh pipi dengan kecupan manja.
Meski hanya dalam sambungan telepon saja.
Hening.
Tak ada lagi nada rindu yang syahdu.
Kadang berbalut pilu karena waktu tak tepat menyampaikannya.
Tak ada lagi kata cinta yang mengalun merdu.
Melahirkan desir dalam dada.
Berakhir pada pipi yang bersemu, merah muda.
Hening.
Bisu sudah kini hidup dalam nyata.
Aku masih merasa kau ada.
Namun aku bernafas dalam kenyataan.
Dan menemukanmu sudah tak ada.
Hening.
Mulutku tertutup rapat dengan sempurna.
Menumpuk rindu.
Menahan dia agar tak sampai meledak.
Dalam air mata.
Untuk seseorang yang saya rindukan. Sudahkah menemui kebahagiaan?
Terima kasih atas keputusan perpisahan. Itu menyadarkan sesuatu, kita layak bernafas lebih tenang. Tanpa saling menautkan beban pikiran.
By. Odet Rahmawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar