Hening,.....
Hening.
Sunyi tanpa suara.
Tak ada lagi nyaring dering
panggilan masuk.
Ponsel tergeletak hidup tanpa
nyawa.
Sepanjang hari.
Hening.
Sepi tak ada renyah tawa.
Suara kasar nan serak bernyanyi
menyadarkan pagi.
Menyentuh pipi dengan kecupan
manja.
Meski hanya dalam sambungan
telepon saja.
Hening.
Tak ada lagi nada rindu yang
syahdu.
Kadang berbalut pilu karena waktu
tak tepat menyampaikannya.
Tak ada lagi kata cinta yang
mengalun merdu.
Melahirkan desir dalam dada.
Berakhir pada pipi yang bersemu,
merah muda.
Hening.
Bisu sudah kini hidup dalam
nyata.
Aku masih merasa kau ada.
Namun aku bernafas dalam
kenyataan.
Dan menemukanmu sudah tak ada.
Hening.
Mulutku tertutup rapat dengan
sempurna.
Menumpuk rindu.
Menahan dia agar tak sampai
meledak.
Dalam air mata.
Untuk seseorang
yang saya rindukan. Sudahkah
menemui kebahagiaan?
Terima kasih atas
keputusan perpisahan. Itu menyadarkan sesuatu, kita layak bernafas lebih
tenang. Tanpa saling menautkan beban pikiran.
By. Odet Rahmawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar